Pengaruh Trauma Terhadap Kualitas Hubungan Antar-Individu Khususnya Pacaran hingga Pernikahan
Sebelum memasuki pokok pembahasan, kita akan terlebih dahulu mengenal apa yang dimaksud dengan trauma
Menurut American Psychological Association, trauma adalah respon emosional terhadap peristiwa mengerikan seperti kecelakaan, pemerkosaan, bencana alam dan sejenisnya. Setelah mengalami kejadian tersebut, seseorang yang telah mengalami trauma akan terkejut dan memberikan penolakkan apabila melihat, menemukan, menghadapi keadaan maupun kejadian yang sama. Hal ini tentu biasa terjadi bagi orang-orang yang mengalami traumatic.
Reaksi yang muncul pun akan berbeda-beda tergantung penyebab trauma yang ada. Contohnya, seseorang yang pernah mengalami kecelakaan bermotor dan memilliki trauma fisik maupun mental akan lebih sulit bila harus mengendarai ataupun menjadi penumpang dengan keadaan trauma yang mendalam. Penyebabnya adalah karena ingatan yang muncul yaitu kejadian yang sama akan terjadi seperti pada terakhir kali ia mengendarai atau menjadi penumpang di motor. Adapula reaksi trauma yang justru sebaliknya, yaitu tidak memberikan penolakkan tetapi memberanikan diri untuk menghadapinya walaupun saat terakhir kali melakukannya, keadaan tersebut telah memberikan kesan yang tidak nyaman atau memberikan trauma. Kondisi ini menyatakan bahwa trauma yang dialami pada masa lalu belum tentu akan terjadi pada masa sekarang dan individu tersebut tidak ingin trauma mengontrol hidupnya.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengapa trauma dapat mempengaruhi kualitas hubungan pacaran maupun pernikahan? dan bagaimana cara melepaskan trauma di dalam diri masing-masing individu?
Trauma sering dikaitkan dengan kejadian yang terekam di masa lalu pada diri seseorang melalui pengalaman tersendiri maupun pengalaman yang dialami orang lain. Trauma dalam hubungan pacaran dan pernikahan yang dimaksudkan ialah sebagai berikut:
1. Kekerasan verbal
2. Kekerasan fisik
3. Pelecehan seksual
4. Kegagalan dalam berumah tangga
Pada tahun 2022, KemenPPPA telah mencatat lebih dari 16,800 korban kasus kekerasan dalam rumah tangga. Lalu diikuti dengan 4,102 kasus pelecehan seksual dari berbagai ranah yang dilaporkan kepada Komnas Perempuan pada tahun 2022 dan berdasarkan Badan Pusat Statistik, terdapat 516,300 lebih kasus perceraian di Indonesia pada 2022.
Akibatnya perjalanan kehidupan hubungan antar-individu yang memiliki trauma diatas akan terhambat ataupun tidak bergerak. Selalu memiliki rasa ketakutan yang berlebih, tidak berani untuk mencoba memiliki hubungan kembali, tidak mencari solusi atas trauma yang dialami, khawatir akan merasakan sakit yang sama, dan sebagainya.
Menurut Leslie Bexter, hal terpenting dalam hubungan adalah dialog, ia menyatakan relationships are made in dialogue. Dialog menjadi kunci bagaimana Anda memberi makna atau mendefinisikan hubungan Anda dengan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan berpikir (Homo Sapiens) dengan ilmu dan pengalaman yang berbeda-beda, maka dari itu dialog antar-individu akan berpengaruh terhadap kualitas hubungan untuk memberikan peluang demi mencapai kesatuan dalam perbedaan. Berdasarkan penelitian, peneliti menyimpulkan ada beberapa point utama menghadapi persoalan trauma di dalam hubungan pacaran dan pernikahan, yaitu:
Gambar diatas adalah cara memposisikan trauma sebagaimana semestinya di dalam hubungan:
1. Dialogue (dialog), untuk mencapai kesatuan, informasi atau trauma yang pernah kita alami harus disampaikan dengan baik dan jelas. Dengan dialog, persamaan dan perbedaan merupakan hasil percakapan baik antara pasangan individu dalam suatu hubungan ataupun dengan orang-orang lain yang berada di luar hubungan (Morissan, 2013)
2. Trust (kepercayaan), proses memahami trauma yang ada harus diimbangi dengan trust bahwa trauma itu benar adanya dialami oleh individu tersebut.
3. Understanding (kemengertian) , dengan saling percaya dan menghargai trauma masa lalu dalam hubungan, kita akan memasuki tahap yang dinamakan pengertian satu sama lain.
4. Attention and Action (perhatian dan tindakan), perhatian akan berperan untuk mengarahkan pikiran ke suatu objek. Pada akhrinya perhatian dan tindakan akan sesuai agar antar-individu tidak melakukan dan bahkan menghindari hal yang menyangkut trauma tersebut.
Semua trauma membutuhkan proses yang panjang, berdamailah dengan masa lalu karena hanya diri kita sendiri yang dapat memutuskan apakah ingin tetap diam berhenti ditempat atau bergerak maju kedepan. Hidup memiliki trauma yang mendalam memanglah berat, namun apakah itu semua menjadi akhir dari kehidupan? tentu tidak. Apabila dampak trauma yang dialami sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, melukai diri sendiri, tidak dapat mengontrol emosional dan berkepanjangan, segera lakukan pengobatan trauma secara psikologis.
Dilansir dari Hellosehat.com ada beberapa cara mengatasi trauma, diantaranya:
1. Psikoterapi, jika Anda merasa sudah tidak dapat mengontrol maupun mengatasi trauma secara mandiri, Anda dapat melakukan metode ini. Meluapkan amarah, rasa kekecewaan, hingga tangis kesedihan atas trauma yang dialami.
2. Konsumsi Obat-obatan, untuk dapat mengonsumsi obat-obatan Anda harus konsultasikan kepada Psikolog atau Psikiater terlebih dahulu agar sesuai dengan permasalahan trauma yang dialami. Dalam proses pemulihan menggunakan obat-obatan pun akan tetap diperiksa dengan jangka berkala oleh dokter supaya tidak menimbulkan penyakit lain.
Terlalu fokus kepada trauma yang dialami akan memberikan kesan hubungan tidak bergerak atau berkembang. Trauma dapat diatasi apabila kita menerapkan sikap seperti yang di Gambar 1 jelaskan. Komunikasikan apa trauma yang Anda alami atau hadapi kepada pasangan Anda, jika pasangan Anda yang memiliki trauma berikan sikap bahwa Anda percaya atas trauma yang diderita oleh pasangan Anda dan trauma yang dialami tidak dibuat-buat untuk mencari keuntungan tersendiri, dan langkah terakhir ialah berikan perhatian dan tindakan Anda sebagai tanda empati bahwa individu atau pasangan Anda yang mengalami trauma tersebut tidak akan merasakannya lagi pada masa sekarang.
wow my second articles has been published, thank youuu tahnk youuu for the support ! i love you guyss <3
ReplyDelete